Hidup adalah perjalanan pulang menuju Tuhan. Sebelum waktunya Pulang, cepat kita selesaikan segala urusan, termasuk membayar Hutang...
Minggu, 04 Maret 2018
Langit-mu Bangkitkan-ku...
Aku mencintai atap kehidupan-ku, luas membentang meski tanpa tiang, teduh dan tak pernah tau kapan akan runtuh.
hati-ku bangkit saat melihat langit.
ia semesta yang penuh energi positif, Tuhan memberikannya cuma-cuma untuk hambanya yang mau merenungi ciptaannya.
Tuhan tau hambanya akan mengalami banyak rasa dalam menjalani kehidupan dunia yang merupakan fase pertama perjalanan.
maka dari itu Tuhan sedikit wujudkan wajah surganya di dunia, untuk ketenangan. bahkan ia turunkan kalam untuk memberikan keberkahan.
aku ingin menapaki tangga langit, aku harus belajar dari langit, tapi satu hal yang harus di catat 'jangan sampai bersikap seperti langit, karena kita tercipta bukan dari gumpalan indahnya langit, tapi dari tanah yang merupakan tempat semua makluk hidup memulai kehidupan'
(menulis ini saat langit tak lagi dengan terangnya, tapi sedang bersama gelapnya)
Bird.Pipit16
Kamis, 01 Maret 2018
Yang paling jauh dari kita adalah Masa Lalu
Masa lalu adalah masa yang telah terlewati, semua orang tentu tahu masa lalu selalu berada di belakang tak akan pernah ada di depan kita. semua manusia pasti mempunyai masa lalunya masing-masing, ada yang hitam, ada yang putih dan ada yang abu-abu. semua manusia bertanggung jawab dari perbuatannya di masa lalu, yang berdampak pada masa sekarang yang sedang dijalaninya...
penyesalan manusia di hari ini karena perbuatannya di masa lalu, bukanlah penyesalan yang harus diratapi sampai tidak menemukan solusi. justru saat Tuhan masih memberikan waktu itu artinya Tuhan memberikan kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dengan benar di jalan Tuhan...
hidup kita sekarang dan yang lalu adalah bagian dari waktu, tetapi masa depan belum tentu menjadi bagian dari waktu hidup kita, karena masa depan masih menjadi sebuah misteri yang tidak kita ketahui keberadaannya.
waktu bergerak sangat cepat, benar-benar membuat segala hal yang pernah terjadi seperti tidak pernah terjadi. hal yang membahagiakan dan menyedihkan dalam hidup berlalu dimakan waktu, melayang terbang terbawa hembusan angin dan ditangkap pada sebuah tempat bernama kenangan. sesekali kenangan itu datang membuat yang mengenangnya terbawa hanyut rindu sedih dan bahagia.
kita sekarang terus bergerak mengikuti waktu, menuju pintu dimensi waktu yang berbeda dengan waktu yang sedang kita tinggali sekarang. kita semua akan sampai pada pintu itu sudah merupakan sebuah keniscayaan, hanya saja orang-orang berbeda cara untuk menembus pintu tersebut. semoga perjalanan hidup dan mati kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan.
belajarlah dari masa lalu yang telah berlalu tapi jangan biarkan kita hidup di dalamnya, kita hanya perlu hidup untuk hari ini, karena hari yang benar-benar milik kita adalah hari ini. jangan pernah ada penyesalan untuk bertemu orang-orang baru dalam hidup ini. meski akan ada beberapa hal yang mungkin membuat kita berfikir 'seandainya dulu tidak pernah bertemu' karena beberapa alasan yang membuat kita terpuruk, jatuh dan lain sebagainya. kita ini hanya properti, yang diberikan jiwa yang mempunyai perasaan oleh Tuhan. saat jiwa kita merasa lemah, takut, sedih dan sakit, sederhana saja mintalah kekuatan pada yang memberikan perasaan pada jiwa kita. segala sesuatu yang telah terjadi adalah pelajaran, bukan penyesalan yang tidak tahu lagi harus bangkit. terimakasih pelajaran itu Tuhan, semoga hari-hari kita penuh perbaikan.
bait-bait ini saya tulis saat matahari dengan terangnya menyinari bumi, selama hari-hari kita masih bisa melihat matahari terbit dan terbenam, teruslah berusaha memperbaiki diri tidak peduli betapa buruknya masa lalu kita.
(Fitriyah Syam'un)
Minggu, 24 Desember 2017
Rasulullah saw dan Sahabat Penjaga Pintu
siapakah sahabat Nabi saw sang penjaga pintu? dialah Sahabat yang bernama Abu Musa al-Asy'ari.
diceritakan pada suatu hari Abu Musa berwudhu di rumahnya kemudian keluar, sambil berkata:
"aku akan menyertai Rasulullah saw dan akan bersama beliau sepanjang hari ini"
kemudian Abu Musa mendatangi masjid dan bertanya kepada orang-orang tentang Nabi saw, mereka menjawab, 'beliau keluar dan pergi ke arah sini'. maka Abu Musapun menelusuri jejak beliau dan bertanya pada orang-orang sepanjang jalan. hingga akhirnya Abu Musa mengetahui bahwa Nabi saw masuk sumur aris, kemudian Abu Musa mengambil tempat duduk di pintu, pintunya adalah anyaman pelapah kurma. hingga nabi saw menyelesaikan hajatnya, lalu nabi saw berwudhu dan Abu Musa bangkit menghadap nabi saw dan ternyata nabi saw duduk di atas sumur aris, beliau duduk di tengah dinding sumur, beliau membuka kedua betisnya dan menjulurkan keduanya ke sumur, lalu Abu Musapun mengucapkan salam kepada nabi saw kemudian ia kembali menuju pintu dan duduk di sana. Abu Musa berkata, "hari ini aku akan menjadi penjaga pintu Rasulullah saw".
diceritakan pada suatu hari Abu Musa berwudhu di rumahnya kemudian keluar, sambil berkata:
"aku akan menyertai Rasulullah saw dan akan bersama beliau sepanjang hari ini"
kemudian Abu Musa mendatangi masjid dan bertanya kepada orang-orang tentang Nabi saw, mereka menjawab, 'beliau keluar dan pergi ke arah sini'. maka Abu Musapun menelusuri jejak beliau dan bertanya pada orang-orang sepanjang jalan. hingga akhirnya Abu Musa mengetahui bahwa Nabi saw masuk sumur aris, kemudian Abu Musa mengambil tempat duduk di pintu, pintunya adalah anyaman pelapah kurma. hingga nabi saw menyelesaikan hajatnya, lalu nabi saw berwudhu dan Abu Musa bangkit menghadap nabi saw dan ternyata nabi saw duduk di atas sumur aris, beliau duduk di tengah dinding sumur, beliau membuka kedua betisnya dan menjulurkan keduanya ke sumur, lalu Abu Musapun mengucapkan salam kepada nabi saw kemudian ia kembali menuju pintu dan duduk di sana. Abu Musa berkata, "hari ini aku akan menjadi penjaga pintu Rasulullah saw".
Sabtu, 23 September 2017
Purnama bersama Senja
hidup adalah belajar. sampai nanti sampai mati. begitupun aku belajar mencintaimu dalam mulut yang selalu diam dengan hati yang semakin bergejolak.
kamu menarik semenarik senja di sore hari yang memberikan cahaya kehangatan.
kamu sejuk, sesejuk embun pagi yang selalu memberikan kesegaran.
aku ini seperti purnama yang ingin bersama senja tapi tak akan pernah bisa.
tapi aku bahagia dengan perasaan ini, meski waktupun tak akan mampu mengungkapkannya untukmu...
Makhluk Hebat itu bernama Perempuan
Tanpa
perempuan tidak akan ada anak cucu Adam di dunia ini. Karena Tuhan telah
menjadikan rahim seorang perempuan untuk melahirkan anak cucu Adam. Tuhan
menjadikan perempuan untuk bekerja sama dalam melahirkan makhluk-makhluknya.
Perjalanan
takdir yang telah ditetapkan untuknya begitu indah. Dia menjadi surga untuk
anak-anaknya. Dia menjadi penentu masuknya seorang ayah ke dalam surga. Namanya
diabadikan dalam Al-Qur’an, Tuhan benar-benar mengabadikannya sebagai
penghargaan terbesar untuknya.
Islam
datang di saat kaum perempuan mendapatkan perilaku yang jauh dari nilai-nilai
keadilan dan kemanusiaan. Islam seolah benar-benar ingin mengatakan dengan
lantang bahwa makhluk yang bernama perempuan adalah makhluk yang telah dan akan
melahirkan keturunan manusia-manusia sampai hari kiamat datang.
Perempuan adalah makhluk dengan berjuta-juta keindahan dan kebahagiaan.
Im Proud be a Women
Minggu, 02 Juli 2017
Apa Kabar?
Ayah...
apa kabar? bagaimana keadaanmu di sana?di alam yang masih tabu bagi orang-orang yang masih menginjakan kakinya di atas tanah seperti kami?
ayah...
semenjak kepergianmu dari dunia fana ini, hati kami tak pernah berhenti bertanya-tanya, apakah engkau juga menrindukan kami, seperti kami yang teramat merindukanmu di sini. apakah di sana engkau masih bisa memilih seperti ketika engkau di dunia.pertanyaan kami mulai melesat jauh tentang bagaimana kehidupan alam di sana, alam di mana seribu tahun di dunia setara dengan satu hari di akhirat.
ayah...
kami berharap alammu lebih indah dari alam dunia ini. meski kami tak tahu bagaimana kehidupan dimensi yang kau tempati sekarang, tapi kami yakin kelak semoga Allah perkenankan kita berkumpul bersama di Jannah-nya yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)
Makhluk Terbatas
Makhluk terbatas itu kamulah salah satunya. Kekuatanmu terbatas, daya pikirmu terbatas, semua yang ada dalam dirimu dan di luar dirimu ter...
-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur`an melalui penafsiran-penafsiran, memiliki peranan sangat...
-
Bismillah Sebelum ke pembahasan Mengenai Hadis Maudhu' tentang wanita, sedikit saya akan menjelaskan makna Hadis Maudhu' dan hu...
-
BAB I PENDAHULUAN Orientalis bagi sebagian kalangan sering kali dianggap sebagai “momok” yang harus diwaspadai dan disingkirkan jauh-ja...




























