Kamis, 29 Maret 2018

Om Dilan


Dilan, siapa sekarang masyarakat Indonesia yang tidak kenal Dilan. Namanya melejit setelah Novel Dilan 1990 di film-kan dan tayang di bioskop akhir januari 2018 kemarin, antusias masyarakat Indonesia juga sangat luar biasa, bukan saja dari para remaja, tapi anak-anak, ABG, dewasa, tante-tante ibu-ibu, atau juga nenek-nenek dan begitupun dengan para kaum Adam dari semua kalangan. Termasuk saya tentunya, harus saya akui saya tidak sama sekali tertarik dengan novel Dilan yang terpajang kaku di Gramedia, belum lagi Covernya SMA, ahhh bukan selevel saya lagi, karena saya bukan lagi SMA. bahkan ketika akan di filmkan juga ya biasa saja, siapa Dilan ya aku ra kenal. Saya yakin 100 % orang-orang dari berbagai kalangan yang menjadi Dilanisme, tentu tidak semua tahu dan pernah membaca novelnya, bahkan pemain Milea yang diperankan Vanessha sendiri belum pernah tahu siapa Dilan. Setelah Dilan naik layar, di berbagai macam dunia (indonesia) semua serba kata-kata dari Dilan, “jangan rindu, berat”. Dan banyak lagi. saya penasaran, tentu. Akhirnya saya ikut-ikutan juga nonton dan jreng-jreng, jatuh bangun aku mengejarmu. istilahnya saya itu kaya kena karma, yang tadinya tidak mau peduli, sekarang malah pengen tau banget dan peduli banget. saking pedulinya, saya sampe ngefans banget sama Iqbal yang memerankan karakter Dilan. ah saya sudah tuwir begini...
Karakter Dilan itu sederhana tapi istimewa, dia mampu merubah hal-hal biasa menjadi luar biasa. penulisnya amat berjasa besar terhadap karakter Dilan yang mempesona dan membuat semua masyarkat Indonesia jatuh cinta. Setelah nonton Dilan 1990, saya tentunya penasaran tingkat akut. Langsunglah saya lahap novel ke-dua dan ke-tiganya dan alhasil baper dan mewek. Novel Pidi Baiq ini novel ke-tiga yang membuat saya menangis, setelah sebelumnya ada novel dari Tere Liye dan Tasaro GK yang merupakan penulis favorit saya. 

Novel Dilan ini bukan hanya bercerita tentang anak remaja SMA yang sedang di mabuk asmara saja. Kite tentunya sebagai penikmat dan pengamat, akan paham bagaimana banyak pelajaran yang diambil dari kisah dalam novel tersebut. Dari Karakter Dilan kita belajar bahwa segala sesuatu itu tidak bisa hanya melihat dari covernya saja, karena hati manusia tidak ada yang tahu, bahkan manusianya itu sendiri belum juga paham apa yang ada di dalam hatinya. Pasti sebagian Guru atau mungkin rata-rata guru sangat geram dengan karakter Dilan di sekolahnya, tapi itu menjadi pelajaran juga buat para guru, bagaimana menyikapi karakter Dilan dengan baik.
Selain itu ada Bunda Dilan, karakter yang benar-benar membuat kagum dalam novel ini yah si bundanya Dilan itu, kalian yang sudah membaca novelnya sampai seri ke-3 pasti paham. Menurut saya karakter bunda Dilan adalah karakter ibu yang sangat luar biasa. bunda  mendukung apapun yang dilakukan anaknya selagi itu tidak keluar batas yang berlebihan. bahkan gaya bunda ketika Bunda menasihati Dilan tidak menggunakan kata-kata yang menghakimi tapi mengayomi. Dengan masalah-masalah yang menghadapi Dilan, bunda masih dengan senangnya mengatakan bahwa sebenarnya Bunda bangga dengan Dilan. Menurut saya Dilan memang bukan anak nakal yang tidak tau aturan, Dilan tau mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Sikap nakal pada masa-masa itu memang hal wajar, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan sesuatu atau cara yang lebih baik, seperti Bunda Dilan dan ibu Rini. Dilan mempunyai karakter yang sangat menghormati orang tuanya, dia bahkan menjadi seorang anak remaja yang cerdas, terlepas dari karakter Dilan yang selalu menyelesaikan masalahnya dengan adu fisik. 
Saya berterima kasih atas film Dilan 1990, karena setelah sekian lama akhirnya saya menjadi penggemar fanatik film Indonesia. Kemana-mana Dilan, obrolan tiap hari tentang Dilan dan Dilan oh Dilan kenapa tidak bisa bersatu dengan Milea, hanya karna Prasangka yang salah, masalahnya sepele memang, tapi itulah kenyataannya yang terjadi saat era akhir abad 20, tekhnologi belum secanggih sekarang. Kalau boleh saya menebak di sini, ayah Pidi Baiq itu adalah sang panglima tempur. Tapi semua orang punya persepsi masing-masing, silahkan. Entah benar atau tidaknya, hanya Tuhan, Pidi Baiq dan orang-orang yang terlibat yang maha tahu. Sekian dan terimakasih.

*jika Milea mengenal Dilan pada tahun 1990, saya mengenal Dilan Tahun 2018 (Novel Dilan maksudnya). Saya suka Ayah Pidi Baiq dan saya suka Dilan*

Nb: kenapa saya menggunakan Judul Om Dilan, karena di saat tahun 1990 Dilan sudah berusia 17 tahun, sedangkan saya baru lahir 4 tahun kemudian. kalau memang ada di dunia nyata karakter Dilan itu,  pastinya dia sudah bapak-bapak seperti Ayah Pidi Baiq.

Minggu, 04 Maret 2018

Berceritalah pada Semesta dan Aku akan menjadi Semesta-Mu


























Langit-mu Bangkitkan-ku...

Aku mencintai atap kehidupan-ku, luas membentang meski tanpa tiang, teduh dan tak pernah tau kapan akan runtuh.
hati-ku bangkit saat melihat langit.
ia semesta yang penuh energi positif, Tuhan memberikannya cuma-cuma untuk hambanya yang mau merenungi ciptaannya.
Tuhan tau hambanya akan  mengalami banyak rasa dalam menjalani kehidupan dunia yang merupakan fase pertama perjalanan.
maka dari itu Tuhan sedikit wujudkan wajah surganya di dunia, untuk ketenangan. bahkan ia turunkan kalam untuk memberikan keberkahan.
aku ingin menapaki tangga langit, aku harus belajar dari langit, tapi satu hal yang harus di catat 'jangan sampai bersikap seperti langit, karena kita tercipta bukan dari gumpalan indahnya langit, tapi dari tanah yang merupakan tempat semua makluk hidup memulai kehidupan'
(menulis ini saat langit tak lagi dengan terangnya, tapi sedang bersama gelapnya)
Bird.Pipit16

Kamis, 01 Maret 2018

Yang paling jauh dari kita adalah Masa Lalu


Masa lalu adalah masa yang telah terlewati, semua orang tentu tahu masa lalu selalu berada di belakang tak akan pernah ada di depan kita. semua manusia pasti mempunyai masa lalunya masing-masing, ada yang hitam, ada yang putih dan ada yang abu-abu. semua manusia bertanggung jawab dari perbuatannya di masa lalu, yang berdampak pada masa sekarang yang sedang dijalaninya...
penyesalan manusia di hari ini karena perbuatannya di masa lalu, bukanlah penyesalan yang harus diratapi sampai tidak menemukan solusi. justru saat Tuhan masih memberikan  waktu itu artinya Tuhan memberikan kita kesempatan untuk terus memperbaiki diri dengan benar di jalan Tuhan...
hidup kita sekarang dan yang lalu adalah bagian dari waktu, tetapi masa depan belum tentu menjadi bagian dari waktu hidup kita, karena masa depan masih menjadi sebuah misteri yang tidak kita ketahui keberadaannya. 
waktu bergerak sangat cepat, benar-benar membuat segala hal yang pernah terjadi seperti tidak pernah terjadi. hal yang membahagiakan dan menyedihkan dalam hidup berlalu dimakan waktu, melayang terbang terbawa hembusan angin dan ditangkap pada sebuah tempat bernama kenangan. sesekali kenangan itu datang membuat yang mengenangnya terbawa hanyut rindu sedih dan bahagia.
kita sekarang terus bergerak mengikuti waktu, menuju pintu dimensi waktu yang berbeda dengan waktu yang sedang kita tinggali sekarang. kita semua akan sampai pada pintu itu sudah merupakan sebuah keniscayaan, hanya saja orang-orang berbeda cara untuk menembus pintu tersebut. semoga perjalanan hidup dan mati kita penuh dengan kebaikan dan keberkahan.
belajarlah dari masa lalu yang telah berlalu tapi jangan biarkan kita hidup di dalamnya, kita hanya perlu hidup untuk hari ini, karena hari yang benar-benar milik kita adalah hari ini. jangan pernah ada penyesalan untuk bertemu orang-orang baru dalam hidup ini. meski akan ada beberapa hal yang mungkin membuat kita berfikir 'seandainya dulu tidak pernah bertemu' karena beberapa alasan yang membuat kita terpuruk, jatuh dan lain sebagainya. kita ini hanya properti, yang diberikan jiwa yang mempunyai perasaan oleh Tuhan. saat jiwa kita merasa lemah, takut, sedih dan sakit, sederhana saja mintalah kekuatan pada yang memberikan perasaan pada jiwa kita. segala sesuatu yang telah terjadi adalah pelajaran, bukan penyesalan yang tidak tahu lagi harus bangkit. terimakasih pelajaran itu Tuhan, semoga hari-hari kita penuh perbaikan.
bait-bait ini saya tulis saat matahari dengan terangnya menyinari bumi, selama hari-hari kita masih bisa melihat matahari terbit dan terbenam, teruslah berusaha memperbaiki diri tidak peduli betapa buruknya masa lalu kita.
(Fitriyah Syam'un)

Minggu, 24 Desember 2017

Rasulullah saw dan Sahabat Penjaga Pintu

siapakah sahabat Nabi saw sang penjaga pintu? dialah Sahabat yang bernama Abu Musa al-Asy'ari.
diceritakan pada suatu hari Abu Musa berwudhu di rumahnya kemudian keluar, sambil berkata:
"aku akan menyertai Rasulullah saw dan akan bersama beliau sepanjang hari ini"
kemudian Abu Musa mendatangi masjid dan bertanya kepada orang-orang tentang Nabi saw, mereka menjawab, 'beliau keluar dan pergi ke arah sini'. maka Abu Musapun menelusuri jejak beliau dan bertanya pada orang-orang sepanjang jalan. hingga akhirnya Abu Musa mengetahui bahwa Nabi saw masuk sumur aris, kemudian Abu Musa mengambil tempat duduk di pintu, pintunya adalah anyaman pelapah kurma. hingga nabi saw menyelesaikan hajatnya, lalu nabi saw berwudhu dan Abu Musa bangkit menghadap nabi saw dan ternyata nabi saw duduk di atas sumur aris, beliau duduk di tengah dinding sumur, beliau membuka kedua betisnya dan menjulurkan keduanya ke sumur, lalu Abu Musapun mengucapkan salam kepada nabi saw kemudian ia kembali menuju pintu dan duduk di sana. Abu Musa berkata, "hari ini aku akan menjadi penjaga pintu Rasulullah saw".

Sabtu, 23 September 2017

Purnama bersama Senja




hidup adalah belajar. sampai nanti sampai mati. begitupun aku belajar mencintaimu dalam mulut yang selalu diam dengan hati yang semakin bergejolak.
kamu menarik semenarik senja di sore hari yang memberikan cahaya kehangatan.
kamu sejuk, sesejuk embun pagi yang selalu memberikan kesegaran.
aku ini seperti purnama yang ingin bersama senja tapi tak akan pernah bisa.
tapi aku bahagia dengan perasaan ini, meski waktupun tak akan mampu mengungkapkannya untukmu...

Makhluk Hebat itu bernama Perempuan


Tanpa perempuan tidak akan ada anak cucu Adam di dunia ini. Karena Tuhan telah menjadikan rahim seorang perempuan untuk melahirkan anak cucu Adam. Tuhan menjadikan perempuan untuk bekerja sama dalam melahirkan makhluk-makhluknya.
Perjalanan takdir yang telah ditetapkan untuknya begitu indah. Dia menjadi surga untuk anak-anaknya. Dia menjadi penentu masuknya seorang ayah ke dalam surga. Namanya diabadikan dalam Al-Qur’an, Tuhan benar-benar mengabadikannya sebagai penghargaan terbesar untuknya.
Islam datang di saat kaum perempuan mendapatkan perilaku yang jauh dari nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Islam seolah benar-benar ingin mengatakan dengan lantang bahwa makhluk yang bernama perempuan adalah makhluk yang telah dan akan melahirkan keturunan manusia-manusia  sampai hari kiamat datang.
Perempuan adalah makhluk dengan berjuta-juta keindahan dan kebahagiaan.

Im Proud be a Women

Makhluk Terbatas

  Makhluk terbatas itu kamulah salah satunya. Kekuatanmu terbatas, daya pikirmu terbatas, semua yang ada dalam dirimu dan di luar dirimu ter...