Minggu, 05 Juli 2020

Melihat Api Bekerja (M. Aan Mansur)



Mereka yang asing dan tidak mengenal namaku adalah kekasihku—termasuk langit, bunga-bunga, buku-buku tua, pagi, segelas kopi, dan anak kecil.

Aku tidak ingin mencintai pahlawan—mereka yang pandai dan mampu mengubah penderitaan orang lain jadi senyuman. Aku tidak mau melihat orang yang kucintai berubah jadi patung di taman kota atau poster di dinding sekolah dan diabaikan. (KETIDAKMAMPUAN)



Aku benci berada di antara ornag-orang yang bahagia. Mereka bicara tentang segala sesuatu, tapi kata-kata mereka tidak mengatakan apa-apa. Mereka tertawa dan menipu diri sendiri menganggap hidup mereka baik-baik saja. Mereka berpesta dan membunuh anak kecil dalam diri mereka.

Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari, mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri. (MENIKMATI AKHIR PEKAN)

Jumat, 03 Juli 2020

Untuk yang tersayang: Aku, Aku sendiri, hanya aku.


Untuk aku dan mungkin juga ada yang sama seperti diriku. Tenanglah pada setiap keadaan yang sangat mendesakmu. Tersenyumlah pada setiap keadaan yang sangat menekanmu. Dan nikmatilah pada setiap waktu yang kamu lewati. Bersyukurlah pada apa yang kau terima, bersabarlah pada apa yang telah ditentukan. Aku tahu  kamu menangis pada ruang hampamu, kamu mengadu pada Tuhan dalam ketidakpercayaanmu akan hidup, aku melihat semua ketidakmampuanmu dan terimakasih kamu masih tetap bertahan sampai saat ini.

Aku melihatmu meringkuk dalam tidur lelapmu, mengeluarkan bulir-bulir air mata itu pada setiap terjagamu, dan kecemasan itu selalu datang setiap malam mengganggu ketenangan tidur malammu, hingga kau putuskan menunggu fajar terbit seiring dinginnya embun pagi dan kau kembali tersenyum pada setiap titik sinar mentari ketika sudah mulai kau lihat cahayanya.
Hari-hari sesak itupun pernah kamu jalani, hari-hari penuh sesak itu pernah membuatmu tak menentu. Aku pikir kamu akan gila dan lelah menjalani kerasnya hidup, tapi lagi-lagi aku bersyukur kamu pernah melewati itu semua dan sekarang hanya bisa tersenyum mengenang rasa pahit itu, meskipun aku tahu, hati dan mentalmu ada pada fase trauma untuk memulai sesuatu.

Tetapi, apapun semua keputusanmu, aku akan tetap mendukungmu. Aku tahu saat ini yang kamu butuhkan hanya dukungan sebanyak-banyaknya, dukungan pada semua karir yang ingin engkau jalani dan aku tidak akan memaksamu pada sesuatu yang memang kamu belum sanggupi untuk dijalani. Aku berdiri di belakang mu, aku menopangmu jika memang pada suatu hari kamu jatuh dan harus mundur pada setiap keadaan yang kamu rasa tidak sanggup untuk kamu lewati. Aku akan mengulurkan tanganku, jika memang pada suatu hari kamu terjatuh dan berat sekali untuk bangun dan berdiri kembali. Aku di sampingmu jika memang pada suatu hari kamu butuh genggaman untuk menemani masa-masa berat dalam hidupmu. Aku pun harus ada di depanmu, jika memang pada suatu hari nanti ada orang-orang yang akan menyerang dan menjatuhkanmu tanpa ampun. Percayalah aku tidak akan kemana-mana, karena aku adalah kamu, aku telah hidup jauh di dalam jiwamu, yang akan tetap bersamamu untuk melewati semuanya.

Sudah ya, semoga kamu selalu bahagia, semangat dan jangan takut untuk bertemu dengan seseorang yang mungkin nanti bisa membuat dan memberikan kepadamu kebahagiaan sebanyak-banyaknya. Ini hanya soal waktu, percayalah Tuhan akan membayar semua rasa sakit di masa lalumu itu. tetaplah sabar dan tegar, tetaplah tangguh dan teduh dan tetaplah membumi pada semua apa yang sudah kamu dapatkan...

Dari: aku yang hidup di dalam jiwamu. J



Kamis, 02 Juli 2020

ILUSI


Hallo Dear..

Aku mau nawarin buku antologi "Spesial" Yang aku tulis bersama 20 penulis sahabat literasi lainnya.

Judul buku:  Ilusi

Harga Buku:  85K + Penanda buku +Give away masker Hijab Friendly (Selama masa  pre-order)

Tebal Buku:  150++ Halaman

Penerbit:  3Media Karya

ISBN:  Masih Proses

Tentang buku:

Ilusi adalah sebuah khayal yang tak bisa dimengerti. Setiap orang pernah berkhayal, senang berimajinasi entah lewat tulisan atau pemikiran tentang sesuatu hal. Didunia ini tak ada yang bisa menebak perihal hati manusia. Dan kumpulan cerpen aku dan 20 penulis ini adalah sebagian kisah yang pernah terjadi, yang pernah ada dan yang pernah didengar.


Yuk di order segera 📝💙

Selengkapnya tentang sahabat literasi, bisa cek instagram @literasi.sahabat.

ThankYou 💙


#ProyekMenulis
#KelasMenulis
#SahabatLiterasi
#KelasCerpen

Jumat, 26 Juni 2020

Janji Palsu orang Utan



Mereka mendekati kami, dengan berbekal kaos dan makanan yang terbungkusi.
Uang-uang tak seberapa besarnya, mereka salurkan dengan mulut mengucap janji-janjinya.
Merayu kami, dengan janji, meski tak pasti, tapi kami selalu percaya diri, semerawutnya negeri ini, akan ber-revolusi, pada jalan yang lebih baik lagi.

Tapi kami tertipu...
Iya kami tertipu, termakan janji-janji palsu, aduh ada apa gerangan nasib negeriku, dikuasai oleh manusia-manusia rakus sepertimu.

Sampai seterusnya yang seperti mereka datang lagi, dengan janji-janji yang lebih menggiurkan hati, dan kami percaya kebangkitan negeri kan kembali, namun kami tertipu lagi, lagi dan lagi.

Lantas kemanakah harapan negeriku ini akau ku bawa? Hati menganga perih rasanya, aku rakyat biasa, tak bisa berbuat banyak karenanya.

Tapi aku percaya, kesejahteraan yang sesungguhnya akan tiba, beriringan dengan indahnya senja...

Jumat, 19 Juni 2020

Setitik Tinta Sejuta Makna


Hallo Dear.. 

Aku mau nawarin buku antologi "Spesial" Yang aku tulis bersama 17 penulis sahabat literasi lainnya. 

Judul buku:  Setitik Tinta Sejuta Makna

Harga Buku:  8OK + Give away masker Hijab Friendly (Selama masa  pre-order) 
& Sudah termasuk donasi kebaikan yatim piatu + dhuafa. 

Tebal Buku:  70 ++ Halaman

Penerbit:  3Media Karya

ISBN:  Masih Proses

Tentang buku: 
"Setitik Tinta dan Sejuta Makna" Adalah karya penulis yang tergabung dalam komunitas sahabat literasi. Dalam buku ini tertulis surat yang menggambarkan perasaan penulis dan bagaimana dengan manis dan apiknya penulis mencoba memberikan makna dalam setiap sentuhan karya nya".

** Dengan membeli buku ini, berati kamu sudah ikut berdonasi kebaikan yatim piatu & dhuafa yang diselenggarakan oleh team sahabat literasi dari tahun 2018.
Selengkapnya tentang sahabat literasi, bisa cek instagram @literasi.sahabat.

ThankYou 💙


#ProyekMenulis
#KelasMenulis
#SahabatLiterasi 
#KelasCerpen

Cerita tentang Kota


Hallo Dear.. 

Aku mau nawarin buku antologi "Spesial" Yang aku tulis bersama 20 penulis sahabat literasi lainnya. 

Judul buku:  Cerita Tentang Kota 

Harga Buku:  85K + Penanda buku +Give away masker Hijab Friendly (Selama masa  pre-order) 
& Sudah termasuk donasi kebaikan yatim piatu + dhuafa. 

Tebal Buku:  130 ++ Halaman

Penerbit:  3Media Karya

ISBN:  Masih Proses

Tentang buku: 
Disetiap kota pasti punya cerita, kisah dan kenangan. 20 penulis buku ini mencoba menceritakannya dalam bentuk kumpulan antologi puisi, surat, cerpen/cermin.
Mungkin saja kota kamu dijadikan cerita oleh penulis 📚
Yuk di order segera 📝💙

** Dengan membeli buku ini, berati kamu sudah ikut berdonasi kebaikan yatim piatu & dhuafa yang diselenggarakan oleh team sahabat literasi dari tahun 2018.
Selengkapnya tentang sahabat literasi, bisa cek instagram @literasi.sahabat.

ThankYou 💙


#ProyekMenulis
#KelasMenulis
#SahabatLiterasi 
#KelasCerpen

Minggu, 29 Maret 2020

Ekspedisi pelayaran James Cook



Ekspedisi Pelayaran James Cook
(Pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah-buahan untuk menciptakan  sistem kekebalan tubuh yang kuat)

Setiap beberapa tahun, planet Venus melintas  tepat diantar matahari dan bumi. Lama perlintasan itu berbeda-beda ketika dilihat daei titik-titik yang berjauhan di permukaan bumi karena perbedaan kecil dalam sudut penglihatan pengamat. Bila beberapa pengamatan atas perlintasan yang sama dibuat di benua yang berbeda-beda, yang dibutuhkan hanyalah trigonometri sederhana untuk menghitung jarak tepat kita dari matahari. Ahli-ahli  astronomi memprediksi bahwa perlintasan Venus yang berikutnya akan terjadi pada 1761 dan 1769. Maka dikirimlah ekpedisi dari Eropa ke tempat penjuru dunia guna mengamati perlintasan itu dari sebanyak mungkin titik.

Pada 1761 para ilmuan mengamati perlintasan Venus dari Siberia, Amerika Utara, Madagaskar dan Afrika Selatan. Seiring mendekatnya perlintasan 1769, masyarakat sains Eropa menggelar upaya besar-besaran dan ilmuan-ilmuan dikirim sampai sejauh Kanada utara dan California (yang waktu itu merupakan alam liar). Royal Society of London for the Improvement of Natural Knowladge menyimpulkan bahwa itu tidaklah cukup. Guna memperoleh hasil paling akurat, seorang ahli astronomi harus dikirimkan ke Samudra Pasifik barat daya.

Royal Society memutuskan untuk mengirimkan seorang ahli astronomi terkemua, Charles Green ke Tahiti dan tidak pelit menggelintirkan upaya ataupun uang.  Namun karena ekspedisi yang dibiayai mahal sekali, tidak masuka kal jika ekspedisi itu digunakan hanya untuk satu pengamatan astronomi. Oleh karena itu,  Green disertai ti  yang terdiri atas delapan ilmuan lain dari beberapa nidang ilmu, diketuai oleh dua ahli botani, Joseph Banks dan Daniel Solander. Tim itu mencakup juga seniman-seniman yang ditugaskan membuat gambar negeri, tumbuhan, hewan dan masyarakat baru yang tentunya yang akan dijumpai para ilmuan. Dilengkapi dengan alat-alat sains paling maju yang bisa dibeli Banks dan Royal Society, ekspedisi itu ditempatkan di bawah komando kapeten James Cook, seorang pelaut berpengalaman sekaligus ahli geografi dan etnografi terkemuka.

Ekspedisi itu meninggalkan Inggris pada 1768, mengamati perlintasan Venus di Tahiti pada 1769, menjelajahi beberapa kepulan Pasifik, mengunjungi Australia dan Selandia Baru dan kembali ke Inggris pada tahun 1771. Ekspedisi itu membawa pulang banyak sekali data astronomi, geografi, meteorologi, botani, zoologi dan antropologi. Temuan-temuannya memberikan sumbangan besar bagi sejumlah bidang ilmu, menyulut imajinasi orang-orang Eropa dengan kisah-kisah menkjubkan tentang Pasifik Selatan dan mengilhami generasi-generasi ahli alam dan astronomi berikutnya.

Salah satu bidang yang memperoleh manfaat dari ekspedisi Cook adalah kedokteran. Kali itu, kapal-kapal yang berlayar ke negeri-negeri jauh tahu bahwa lebih daripada separo awak kapal akan mati dalam perjalanan. Musuh bebuyutan mereka bukanlah penduduk setempat yang marah, kapal perang musuh, atau rindu kampung halaman. Musuh mereka adalah penyakit misterius bernama Skorbut. Orang-orang yang terserang penyakit itu menjadi lesu dan depresi dan gusi serta jaringan lunak mereka berdarah. Seiring berlanjutnya penyakit itu, gigi mereka rontok, muncul luka lepuh terbuka dan mereka menderita demam, sakit kuning dan kehilangan kendali atas anggota tubuh.

Antara abad ke 16 dan ke-18, skorbut diperkirakan merenggut nyawa sekitar dua juta pelaut. Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkannya dan tak peduli obat apapun yang dicoba, para pelaut terus mati dalam jumlah besar. Titik balik terjadi pada 1747, ketika seorang dokter Britania, James Lind, melakukan percobaan terkontrol terhadap sejumlah pelaut yang menderita penyakit tersebut. Dia memisahkan mereka menjadi beberapa kelompok dan memberi masing-masing kelompok perlakuan berbeda. Satu kelompok uji diperintahkan memakan buah jeruk, obat trdsisional yang umum diberikan untuk Skorbut. Pasien-pasien dalam kelompok ini dengan cepat pulih. Lind tidak tahu kandungan apa dalam buah jeruk yang kurang di tubuh para pelaut, tapi kita sekarang tahu kandungan itu adalah vitamin C. diet tipikal dalam pelayaran saat itu sangat kekurangan makanan yang kaya vitamin penting. Dalam pelayaran jangka panjang, pelaut biasanya bertahan hidup dengan memakan biskuit dan dendeng, dan nyaris tidak memakan buah atau sayur.

Royal Navy tidak teryakinkan oleh percobaan-percobaan Lind, namun James Cook yakin. Dia memutuskan untuk membuktikan bahwa sang dokter benar. Dia memuat kapalnya dengan Sauerkraut (acar kol) dalam jumlah besar dan memerintahkan para pelautnya untuk memakan banyak buah dan sayur kapanpun ekspedisi itu merapat ke darat. Cook tidak kehilangan seorangpun pelaut akibat Skorbut. Dalam dasawrsa-dasawarsa berikutnya, semua angkatan laut di dunia memakai diet pelayaran Cook dan tak terhitung banyaknya nyawa pelaut dan penumpang yang terselamatkan.

Yuval Noah Harari, Sapiens Riwayat singkat Umat Manusia.

Penyakit Skorbut: Efek lesu, depresi dan gusi serta jaringan lunak berdarah. Seiring berlanjutnya penyakit itu, gigi mereka rontok, muncul luka lepuh terbuka dan mereka menderita demam, sakit kuning dan kehilangan kendali atas anggota tubuh.

Setalah kita pahami, ternyata penyakit Skorbut ini sangat mengerikan sekali. Orang-orang tanpa Sains pasti akan mengatakan bahwa itu adalah azab Tuhan. padahal penyakit juga di timbulkan oleh manusia itu sendiri, ketika pola hidup menjadi tidak seimbang dan tidak sehat.  Waallhu A’lam

Makhluk Terbatas

  Makhluk terbatas itu kamulah salah satunya. Kekuatanmu terbatas, daya pikirmu terbatas, semua yang ada dalam dirimu dan di luar dirimu ter...